Oleh Opungregar
Sebagian besar orang mempunyai cara atau gaya tersendiri untuk membaca, cara yang terasa paling alami. Seringkali membaca Cuma berkisar pada keperluan menghadapi ujian atau perbaikan nilai, sebuah kesan yang menampilkan gambaran asal lulus ujian. Tentu saja bukan hal seperti ini yang kita inginkan muncul dari gaya membaca kita.
Tujuan membaca seharusnya selaras dengan impian masa depan seseorang, dan bukan merupakan sekumpulan latihan untuk memperbaiki nilai ujian atau sekedar lulus ujian semeteran. Agenda membaca seyogyanya berfokus lebih luas pada pencapaian sejumlah makna pengetahuan, maka agenda membaca harus menjadi suatu sikap hidup seseorang.
Kalau Cuma sekedar mencapai kelulusan, maka agenda membaca buku tidak mendukung motivasi ketika cita-cita pribadi harus memenuhi target. Bahwa agenda membaca buku yang berfokus pada kemungkinan untuk menyerap lebih banyak ilmu pengetahuan , harus menjuruskan ke topic-topik bacaan yang jelas dan relevan dengan peningkatan mutu pengetahuan dan perluasan cakrawala berpikir kita.
Karena itu tidak terlalu mengherankan kalau agenda membaca buku tidak saja memerlukan jumlah atau banyaknya bacaan yang relevan, tetapi juga perlu perbaikan yang berfokus pada inti buku dan pesan yang disampaikan penulisnya. Itu artinya rencana membaca buku harus diefektifkan.. Mengapa orang seringkali bereaksi defensive, dan tidak memberikan langkah-langkah nyata untuk memperbaiki kecepatan bacanya, sehingga lebih banyak lagi buku yang bisa diserap.
Itu sebabnya saya mengapa perlu ada reading clinic, yakni klinik baca. Tidak saja di kalangan anak-anak usia dini tetapi juga untuk semua orang, siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas tingkat kecepatan bacanya. Lalu, sudahkah anda mengenali gaya membaca Anda.