Arsip untukAgustus 23, 2008
{ Agustus 23, 2008 @ 6:36 pm }
·
{ Politik }
{ Tags: Sukma }
·
{ }
Oleh Aminuddin Siregar
Menghidupkan sukma demokrasi bukan saja diperlukan dalam konteks pemilihan umum, melainkan juga dalam semua aspek kehidupan berpolitik baik di pusat maupun di daerah, Sukma demokrasi menjadi sangat penting keberadaannya ketika ia tuntut memberi nafas bagi kehidupan politik yang kondusif, keterturan politik dan sopan santun berdemokrasi. Awalnya gerakan pendemokrasiaan ini ialah tamatnya riwayat kediktatoran dan masuknya kekuatan civil society sembari mengambil langkah demokratisasi terhadap hamper semua bidang kehidupan.
Bahwa definisi demokrasi dalam arti pemilihan umum adalah definisi pas-pasan. Padahal demokrasi dituntut kemunculannya lebih dari sekedar itu. Demokrasi sejati berarti adanya system control yang efektif oleh warganegara terhadap kebijakan pemerintah. Musyawarah yang rasional dalam percaturan politik merupakan salah satu cara menghidupkan sukma demokrasi. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 4:58 pm }
·
{ Barack Obama, Book's }
{ Tags: Obama books }
·
{ }
Sumber : Yahoo! News, Mon Aug 11, 8:56 PM ET
NEW YORK – Whether they like him or oppose him, readers want to hear more about Barack Obama.
“The Obama Nation,” an anti-Obama book written by Jerome V. Corsi, will debut at No. 1 come Sunday on The New York Times’ hardcover nonfiction best-seller list. Corsi was co-author of “Unfit for Command,” an influential 2004 best-seller that condemned the Vietnam War record of then Democratic presidential candidate John Kerry.
Obama, the Democrats’ presumptive nominee in 2008, is himself the author of the million-selling “Dreams From My Father” and “The Audacity of Hope.”
Interest in him is so strong that even an upcoming policy book, usually the toughest of sells, is catching on. A compilation of speeches and policy statements by Obama and his campaign staff, “Change We Can Believe In,” had reached the top 75 on Amazon.com by Monday evening, less than a day after The Associated Press reported the book would come out in September. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 4:38 pm }
·
{ Book's, Harm de Blij }
{ Tags: troubled globe }
·
{ }
Sumber : Yahoo! News
B
y ANDREW WELSH-HUGGINS, Associated Press Writer Mon Aug 11, 3:44 PM ET
“The Power of Place” (Oxford University Press. 280 pages. $27.95), by Harm de Blij: Consider this: During the last two decades of the 20th century, Texas reported 64 cases of dengue fever
By contrast, the three Mexican states bordering Texas reported 62,514 cases during the same time.
One big difference: Window screens and air conditioning were relatively rare on the Mexican side, making it easier for dengue-carrying mosquitoes to spread the disease.
“Extrapolate these circumstances to the availability of medical services on the two sides, and it is clear that even on the doorstep of the global core, the medical landscape is anything but flat,” geographer Harm de Blij (HARM dee BLY) writes in his latest book, “The Power of Place.” … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 4:22 pm }
·
{ BBC Indonesia, Berita }
{ Tags: Protes Soal DAU }
·
{ }
Sumber : BBC Indonesia
| Heyder Afffan
|
 |
Sejumlah provinsi di Indonesia yang dikategorikan kaya memprotes kebijakan pemerintah pusat mengurangi Dana Alokasi Umum, atau DAU.
Propinsi seperti Riau dan Kalimantan Timur yang dikenal sebagai penghasil minyak terbesar, menganggap, pengurangan dana itu tidak adil, karena selama ini sebagian besar penghasilan daerah mereka diserap ke pusat.
Tapi pemerintah pusat berdalih, pengurangan DAU dilakukan justru untuk memenuhi aspek keadilan, karena kemampuan keuangan antar daerah yang tidak merata.
Presiden Susilo Bambang Yudoyono, di sela-sela pidato tentang kebijakan pembangunan daerah di sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah, DPD, hari ini, secara khusus menanggapi masalah pemotongan DAU itu. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 4:09 pm }
·
{ Book Review, Paul Auster }
{ Tags: Paul Auster }
·
{ }

By MICHAEL HILL, Associated Press Writer Mon Aug 11, 3:50 PM ET
“Man in the Dark” (Henry Holt, 192 pages, $23), By Paul Auster: An old man lies alone in the dark each night, hobbled by an auto accident and haunted by death. To fill the sleepless hours, he thinks up a story about a man who wakes up into an alternate America — one where there was no Sept. 11 and no Iraq War, but one where the controversial 2000 presidential election sparked a kind of blue-state/red-state civil war that has claimed millions of lives.
Auster’s latest novel toggles between these two tales — one ruminative, the other fantastic. Both relate to retired book critic August Brill, who is recuperating from a car wreck at his daughter’s home in Vermont. Brill has lost his wife to cancer and is also disturbed by the horrific death of his granddaughter’s former boyfriend. Brill and his granddaughter, who is also recovering at her mother’s house, keep the awful thoughts at bay by watching great films on TV all day. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 4:01 pm }
·
{ Author, Robert Crais }
{ Tags: Tanya Jawab }
·
{ }
By CHRIS TALBOTT, Associated Press Writer Tue Aug 19, 6:05 PM ET
Elvis Cole is Robert Crais‘ best friend.
Crais brought the L.A. private investigator back last month in “Chasing Darkness,” the 11th installment in one of crime fiction’s best series. And like fans of the series, Crais can’t get enough of the droll detective.
“Elvis Cole is the lens through which I see the world around me,” Crais said in an interview from his home in the Santa Monica Hills of Los Angeles. “He is with me constantly and I do miss him when he’s not around.”
Crais, a former TV writer on such iconic series as “Hill Street Blues,” “Cagney & Lacey” and “Miami Vice,” has rarely strayed from the series in the 20 years since Cole’s debut in “The Monkey’s Raincoat.” … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 3:26 pm }
·
{ Kepemimpinan, Politik }
{ Tags: Panggung Politik }
·
{ }
Oleh Aminuddin Siregar
Pergumulan politik itu bisa diperpanjang, lantaran yang bernama panggung politik itu tidak lepas dari seberapa besar peluang dan seberapa lhebat kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing petarung. Pergumulan di panggung politik, sudah jelas arahnya, yakni menjadi pemimpin bangsa baik pada tataran pemerintahan maupun dalam tatanan lembaga politik.
Karena itu tidak saja diperlukan modal financial, modal intelektual tetapi juga modal social. Sesudah menjadi pemimpin, melalui pergumulan politik itu akan disusul oleh adanya wewenang, kekuasaan dan pengaruh. Tetapi, bisakah pengaruh ini muncul ketika para petarung dituntut untuk bisa dicintai oleh rakyat? Sebab sekarang ini rakyat sudah mulai jenuh dengan yang bernama pimpinan karbitan. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 2:17 pm }
·
{ Kepemimpinan, Politik, Regenerasi }
{ Tags: Pemikiran ke arah }
·
{ }
Oleh Aminuddin Siregar
Masa awal reformasi yang nampak sangat positif untuk melakukan berbagai perubahan, telah memberi harapan baru bagi terwujudnya kepemerintahan yang baik dan benar. Semangat yang dibuahkan oleh reformasi itu, membuat antuasiasme tokoh-tokoh muda untuk tampil sebagai pemimpim nasional. Akan tetapi, untuk bisa tampil bukanlah perkara mudah. Baik secara politik maupun cultural, social dan psikologis.
Benar, bahwa dinamika kehidupan politik kita sudah sangat demokratis, bila dibandingkan masa sebelum reformasi. Namun, secara politik tetap saja seseorang yang ingin tampil terganjal oleh mekaninsme pencalonan melalui partai politik yang ada. Bukan saja oleh prosedur dan tingginya cost politic yang mesti ditanggung oleh seorang calon, melainkan lantaran kendaraan politik yang tidak selalu siap menampung calon sekalipun punya gagasan cerdas dan visi yang cemerlang. Akan semakin runyam bila tidak ada dukungan finansial yang memadai. … continue reading this entry.
{ Agustus 23, 2008 @ 1:29 pm }
·
{ Pendidikan, Politik }
{ Tags: Politik Rakyat }
·
{ }
Oleh Aminuddin Siregar
Kelompok partai-partai kecil hendaklah tidak mengurangi keikut sertaan mereka dalam pemilihan presdien (pilpres) pada helat politik mendatang ini. Sebaiknya partai-partai kecil itu justru diharapkan proaktif dalam melakukan persambungan politik dengan berbagai unsur dan kalangan tokoh politik . Baik kepada mereka yang berada di partai politik besar maupun tokoh-tokoh politik yang berada diluar partai.
Seperti kita ketahui bahwa, ada banyak tokoh atau setidaknya ada sekelompok kecil orang yang menyatakan masuk barisan golongan putih (golput).Ini memang tidak dapat disembunyikan dan merupakan hak politik seseorang untuk menyatakan ikut atau tidak dalam pemilu presiden. Tapi ini bukanlah perilaku politik yang baik dan benar. hendaknya tidak dijadikan contoh dan ikut-ikutan menjadi orang golput, termasuk oleh partai-partai kecil, yang tidak lolos tempo hari ikut pemilu mendatang. … continue reading this entry.