Sumber : Harian Republik, 2008-08-31 14:44:00
Inilah novel yang betul-betul mengangkat realitas kehidupan para pengungsi Palestina
Apakah yang kita bayangkan tentang para wanita Palestina? Palestina adalah sebuah negeri yang selama 60 tahun dilanda peperangan tiada henti melawan pendudukan Zionis Israel yang didukung Barat, khususnya Amerika.
Satu hal yang pasti, negeri yang semula permai dan makmur itu telah melahirkan pahlawan demi pahlawan yang tak pernah kenal menyerah untuk membebaskan Masjid Aqsha dari penjajahan Israel.
Dan, para pahlawan itu, tidak hanya dari kalangan kaum prianya, melainkan juga para wanitanya. Kaum wanita Palestina tidak hanya melahirkan para pejuang (mujahid) yang berani menjemput maut dengan senyuman, akan tetapi mereka pun terlibat langsung dalam kancah peperangan melawan tentara dan penduduk Israel yang didatangkan dari berbagai Negara.
Perjuangan itu bukan tanpa konsekuensi. Risiko nyawa sudah pasti. Namun, yang juga harus mereka hadapi adalah risiko kehilangan rumah tempat tinggal, tempat usaha, ladang, dan kampung halaman mereka. Bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun mereka harus mengungsi dari satu kamp ke kamp pengungsian lainnya.
Zackya, Sang Wanita Tegar adalah salah satu novel yang berhasil memotret perjuangan perempuan Palestina. Dalam novel karya Yusuf Atho ath-Thuraify ini Zackya dan keluarganya mewakili perjuangan perempuan Palestina melawan pasukan dan penduduk Israel saat pertama kali negara Zionis itu menapakkan kakinya di bumi Palestina yang permai, tahun 1948.
Zackya dan lelaki yang kelak menjadi suaminya, yakni Said, adalah tokoh-tokoh pejuang di desanya. Keduanya berjuang bahu-membahu untuk mengusir tentara Israel yang didukung oleh Inggris. Takdir, pada akhirnya, membuat mereka harus terusir dari kampung halaman, dan menjalani suka-duka kehidupan sebagai pengungsi selama puluhan tahun lamanya.
Penulis novel ini menyajikan karyanya seperti sebuah karya jurnalistik. Kita akan dibawa kepada penggambaran berbagai lokasi kamp pengungsian dan perjuangan para penghuninya untuk bertahan hidup, diselingi dengan kisah peperangan Palestina-Israel yang hingga kini belum juga usai.
Pada saat bersamaan, sang penulis, dengan kepiawaiannya juga memaparkan perasaan atau batin tokoh-tokohnya, terutama Zackya dan anak-anak perempuannya, yang tidak hanya mengharukan tapi juga bahkan begitu miris dan getir.
Novel ini sejak awal hingga akhir tak lepas dari perjuangan hidup yang penuh dengan cobaan dan ujian kesabaran. Sebuah novel yang betul-betul mengangkat realitas kehidupan para pengungsi Palestina.
Betapa pun pahitnya deraan kehidupan, ada satu hal yang tetap dipegang oleh tokoh utama novel ini, yakni ketegaran. Itulah yang selalu ia pompakan dan tularkan kepada anak-anaknya, terutama dua anak perempuannya, Halimah dan Afaf, yang harus melalui pergulatan hidup tidak kalah pahit dengan ibunya.
”Benar, Zackya telah tiada. Tapi, ia telah berhasil menanamkan rasa percaya diri kepada kami dan mengajari kami untuk tangguh dan tabah di atas kebenaran. Untuk teguh di atas iman dan gigih di atas kesabaran.” (hlm 271)
Saat ini ada sejumlah novel yang mengambil latar tempat (setting) Palestina. Novel Zackya merupakan salah satu novel yang sayang untuk dilewatkan. Tidak sekadar bacaan yang menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang perjuangan bangsa Palestina, lebih dari itu novel ini akan turut memperkaya jiwa kita. irwan kelana, divisi iklan republika
Judul buku: Zackya Sang Wnita Tegar
Penulis: Yusuf Atho ath-Thuraify
Penerbit: Akbar Media Eka Sarana
Cetakan: I, Juni 2008
Tebal: xii+276 hlm
dir88gun Berkata:
on Januari 14, 2009 at 4:25 am
Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!