Diperbaharui pada: 01 September, 2008 – Published 09:40 GMT
![]() |
|
| Rusia akan membalas sanksi yang dijatuhkan, kata Presiden Medvedev |
Oleh Wartawan Eropa BBC Jonny Dymond
Lavrov menyerukan embargo pasok senjata ke Georgia hingga terbentuk pemerintahan yang baru.
Pernyataan ini disampaikan sebelum digelar pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa membahas krisis Georgia.
Pertemuan ini diperkirakan akan mengecam keras keputusan Rusia mengakui kemerdekaan dua provinsi Georgia yang memisahkan diri Ossetia Selatan dan Abkhazia.
Presiden Rusia President Dmitry Medvedev telah menegaskan keputusan tersebut tidak bisa dicabut.
Lavrov memperingatkan “AS dan sekutu-sekutunya” yang mendukung pemerintah Georgia pimpinan Presiden Mikhail Saakashvili melakukan kesalahan besar.
“Untuk melindungi kawasan dari terjadinya kembali kekerasan, Rusia akan tetap mengambil langkah-langkah untuk menindak yang bersalah, sehingga rezim ini tidak bisa lagi berbuat jahat,” tambah Lavrov.
Perubahan mendasar
Prancis yang mengusulkan pertemuan ini mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan mengatakan kepada Rusia bahwa keputusan mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia adalah tidak bisa diterima.
Departemen luar negeri Prancis kepada BBC juga mengatakan hubungan Rusia dan Uni Eropa juga akan lebih diawasi.
Namun para wartawan mengatakan meski muncul wacana untuk menjatuhkan sanksi kepada Moskow, KTT ini kecil kemungkinan bisa menelurkan keputusan tersebut.
Dua puluh tujuh anggota Uni Eropa mengecam aksi militer Rusia di Georgia namun mereka terpecah soal cara-cara menanggapi krisis ini, kata wartawan Eropa BBC Jonny Dymond di Brussels.
Diperkirakan juga usul untuk melakukan perubahan mendasar hubungan Eropa dengan Rusia kecil kemungkinan mendapatkan dukungan besar.
