Arsip untukAminuddin Siregar

Pandu “Winnetou” Ganesa:Pembuktian Tanggung Jawab

Senin, 7 Juli 2008 | 02:16 WIB

ANUNG WENDYARTAKA

Bagi pencinta buku petualangan karya penulis legendaris Jerman, Karl May, di Indonesia saat ini, sebagian besar pasti mengenal sosok pria tinggi besar, berbadan tegap, dan sekilas mirip orang Indian, yaitu Pandu Ganesa atau dalam surat elektronik ia sering memakai nama Gono.

Tak diragukan lagi, munculnya kembali Karl May di negeri ini, seperti kata sastrawan Seno Gumira Ajidarma dalam buku Menjelajah Negeri Karl May, tak terlepas dari usaha dan sepak terjang tak kenal lelah dari pengusaha kelahiran Kota Kediri 55 tahun silam ini.

Karya-karya Karl May yang sudah banyak dikenal sejak zaman Hindia Belanda, dan edisi bahasa Indonesianya pernah digandrungi masyarakat Indonesia sekitar tahun 1950 hingga tahun 1970-an, beberapa tahun lalu sempat menghilang. ”Dari riset saya di berbagai media di sini, selama tahun 1980 hingga tahun 2000-an memang hampir enggak ada orang yang pernah menyentuh Karl May. Satu-satunya orang Indonesia yang menyentuh hanya Seno (Gumira Ajidarma) tok. Itu tahun 1992,” ungkap Pandu Ganesa.

Menurut Pandu, selain artikel Seno di harian ini yang ditulis dalam rangka memperingati 150 tahun kelahiran Karl May atau Carl Friedrich May tahun 1992 tersebut, publisitas Karl May lain yang ada dalam kurun waktu lebih kurang 20 tahun sejak tahun 1980-an hanyalah sebuah artikel ringan di majalah bulanan Intisari. ”Satu-satunya artikel serius yang ada hanyalah tulisan Seno di Kompas,” kata Pandu menambahkan. … continue reading this entry.

Manuver Politik Menjelang Pilpres

Oleh Aminuddin Siregar

Manuver politik menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang ini, diperkirakan akan terjadi, walau dalam bentuk yang samar. Sebab maneuver politik merupakan salah satu kepiawaian para politisi sejak ribuan tahun lalu. Lompatan-lomptan politik yang tangkas dan sangat cekatan dimungkinkan terjadi. Tidak saja lantaran jumlah partai politik (parpol) yang dianggap oleh masyarakat terlalu banyak, tetapi juga karena maneuver politik adalah bagian dari seni bermain di atas panggung politik.

Kalau itu terjadi, bukanlah suatu keanehan dalam politik, melainkan merupakan tindakan yang memungkinkan bangkitnya kesadaran politik rakyat dan tumbhunya pengaruh luar biasa. Namun seringkali maneuver bukan untuk dicintai banyak orang, melainkan sekedar pencarian popularitas. Dalam politik itu sah adanya dan dianggap sangat realistik dalam upaya memangkan pertarungan sekaligus mewujudkan cita-cita menduduki kursi RI-1, banyak orang mengidamkannya. … continue reading this entry.